Dunia satwa kembali kehilangan salah satu reptil paling ikonik. Cassius, buaya air asin raksasa asal Australia yang dikenal sebagai salah satu buaya terbesar di dunia dalam penangkaran, telah mati setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan. Buaya dengan panjang sekitar 5,48 meter tersebut diperkirakan telah hidup selama lebih dari 110 tahun. Selama puluhan tahun, Cassius menjadi salah satu penghuni paling terkenal di Marineland Melanesia Crocodile Habitat, Green Island, Queensland. Kepergiannya meninggalkan kisah panjang tentang seekor buaya yang berhasil bertahan hidup jauh lebih lama dibandingkan usia rata-rata buaya di alam liar.
Cassius, Buaya Raksasa dari Australia
Cassius merupakan buaya air asin atau saltwater crocodile, salah satu spesies buaya terbesar yang masih hidup hingga sekarang. Dengan panjang sekitar 5,48 meter dan berat lebih dari satu ton, ukuran tubuh Cassius membuatnya menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Ia kemudian dikenal luas setelah tercatat dalam Guinness World Records sebagai buaya terbesar di dunia yang hidup dalam penangkaran. Cassius mulai menghuni Marineland Melanesia Crocodile Habitat pada 1987. Sebelumnya, ia dibawa dari wilayah Northern Territory, Australia.
Tinggal di Penangkaran Sejak 1987
Suaka tersebut berada di Green Island, sebuah kawasan dekat Cairns, Queensland, yang dikenal sebagai salah satu tujuan wisata di Australia. Selama puluhan tahun berada di sana, Cassius menjadi salah satu hewan yang paling dikenal oleh pengunjung.
Kondisi Kesehatan Cassius Terus Menurun
Menjelang akhir hidupnya, kondisi kesehatan Cassius diketahui semakin menurun. Pengelola Marineland Melanesia menyebut kondisi Cassius mulai memburuk sejak pertengahan Oktober. Karena usianya yang sangat tua, penurunan kondisi tersebut menjadi bagian dari fase akhir kehidupan reptil raksasa tersebut.
Cassius akhirnya mati setelah diperkirakan mencapai usia lebih dari 110 tahun. Usia tersebut membuat kisah hidupnya semakin menarik karena buaya di alam liar umumnya menghadapi berbagai ancaman, mulai dari persaingan dengan hewan lain hingga perubahan lingkungan dan aktivitas manusia.
Pengelola Mengenang Cassius
Kepergian Cassius membuat pengelola tempat penangkarannya merasa kehilangan. Dalam pernyataan yang dibagikan melalui media sosial, pihak Marineland Melanesia menyebut Cassius sebagai hewan yang telah mencapai usia sangat tua dan diyakini hidup melampaui usia seekor buaya liar. Kenangan terhadap Cassius pun menjadi bagian penting dari sejarah tempat tersebut.
Rekor Dunia yang Pernah Disandang Cassius
Nama Cassius semakin terkenal karena statusnya sebagai pemegang Guinness World Records untuk kategori buaya terbesar di dunia dalam penangkaran. Rekor tersebut sebelumnya berkaitan dengan Lolong, buaya raksasa dari Filipina yang memiliki panjang sekitar 6,17 meter dan mati pada 2013. Setelah Lolong meninggal, Cassius menjadi salah satu buaya yang mendapat perhatian besar karena ukuran tubuhnya yang luar biasa.
Namun, setelah Cassius mati, posisi pemegang rekor berikutnya kembali menjadi perhatian. Siapa yang akan menyandang gelar tersebut bergantung pada pengukuran dan verifikasi resmi terhadap kandidat yang memenuhi persyaratan Guinness World Records.
Buaya Air Asin dengan Ukuran Luar Biasa
Cassius termasuk buaya air asin, spesies yang dikenal memiliki ukuran tubuh sangat besar.
Buaya air asin dapat ditemukan di berbagai wilayah pesisir dan perairan Asia Selatan hingga Australia. Spesies ini juga dikenal memiliki kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan air tawar maupun air asin.
Ukuran Cassius yang mencapai lebih dari lima meter menunjukkan betapa besar potensi pertumbuhan spesies tersebut ketika hidup dalam kondisi yang memungkinkan.
Akhir Perjalanan Sang Buaya Raksasa
Selama lebih dari tiga dekade berada di Marineland Melanesia, Cassius bukan hanya menjadi hewan penangkaran biasa. Ia telah menjadi bagian dari daya tarik wisata dan dikenal oleh banyak orang yang datang mengunjungi kawasan tersebut. Kematian Cassius menandai berakhirnya perjalanan panjang seekor buaya yang diperkirakan telah hidup lebih dari satu abad.
Meski telah tiada, kisah Cassius tetap menjadi bagian menarik dari sejarah satwa Australia. Ukurannya yang luar biasa, usia panjang, serta statusnya sebagai pemegang rekor dunia membuat namanya terus dikenang sebagai salah satu buaya paling terkenal yang pernah hidup dalam penangkaran.

