Belum lama ini, banyak berita yang beredar tentang perbandingan apa yang akan terjadi jika Megalodon atau hiu purba masih hidup di zaman sekarang. Hal ini menjadi perbincangan yang sangat menarik bagi ilmuwan dari seluruh belahan dunia, bahkan para ilmuwan sering mengadu penemuan untuk mendapatkan pengakuan dari publik secara realyta tentang makhluk raksasa itu.
Pada tanggal 20-06-2026 lalu, perdebatan panas terjadi di sebuah lab besar yang terletak di California Amerika Serikat. Pasalnya, debatan itu menjadikan 10 ilmuwan ternama sebagai tersangka tentang penemuan siapa yang paling nyata tentang megalodon, si hiu purba yang hidup pada tahun 3,6 juta tahun yang lalu.
Pertengkaran Kecil Para Ilmuwan
Ilmuwan dari 10 negara besar ternama di antara lain Albert Einstein (Jerman), Isaac Newton (Inggris), Marie Curie (Polandia), Galileo Galilei (Italia), Nikola Tesla (Kroasia/Serbia), Al-Khawarizmi (Persia/Uzbekistan), Thomas Alva Edison (Amerika Serikat), Blaise Pascal (Prancis), Cai Lun (Tiongkok), dan Hideki Yukawa (Jepang) semakin panas saat ilmuwan Hideki mengaku menemukan fosil gigi besar yang mirip seperti hiu putih.
Namun, Hideki mengaku ia telah menghabiskan 11 tahun untuk meneliti gigi hitu putih, hiu terbesar yang masih hidup di laut saat ini. Hideki langsung mengclaim fosil yang ia temukan adalah milik Megalodon, seekor hiu raksasa yang sudah punah beberapa juta tahun lalu. Akan tetapi, perkataan itu di bantah oleh Blaise Pascal dengan mengatakan itu hanya fosil replika yang dibuat dengan alat khusus dari Jepang.
Duel Antara Ilmuwan Hebat Hampir Terjadi
Setelah berdebat hampir dua jam, Hideki dan Blaise langsung menantang ilmuwan asal Jepang itu untuk berduel demi mencari fakta siapa paling tepat tentang keberadaan Megalodon ini. Blaise dengan dugaan jejak foto miliknya atau Hideki dengan fosil yang ia tunjukkan selama rapat penting para Ilmuwan.
Pertikaian kedua ilmuwan itu sampai ke telinga para petinggi di negaranya masing-masing yang mengakibatkan perang pengetahuan angara Prancis vs Jepang hampir saja terjadi. Beruntungnya, hal itu bisa di relai berkat diskusi yang diterapkan oleh Thomas Alva yang mengusulkan untuk mencari jati diri Megalodon secara terpisah. Namun ada syaratnya, sepuluh ilmuwan ini harus memberikan kabar apa bila menemukan jejak tentang Megalodon kapan saja dan di mana saja.

Pembahasan Perbandingan Gigi
Walaupun semua ilmuwan setuju dengan solusi yang diberikan Thomas Alva, ilmuwan Jepang dan Prancis masih melanjutkan perdebatan mengenai penemuan gigi yang di claim sebagai milik Megalodon. Hideki yang yakin bahwa itu adalah gigi Megalodon lewat pengetahuannya dan film The Meg pun tidak gentar dengan gertakan dari ilmuwan Prancis yaitu Blaise Pascal.
Saat Blaise tengah melakukan eksploitasi terhadap pemenumuannya tentang sosok Megolodon, Thomas terus membahas gigi yang ia yakini adalah fosil Megolodon, hiu purba raksasa yang pernah hidup 3,6 juta tahun yang lalu. Namun, ilmuwan asal Prancis tetap tidak percaya dan menganggap itu hanya sebuah gigi besar buatan yang terbuat dari alat canggih ciptaan Jepang.
Dimulainya Sayembara Pencarian Megalodon

Pencarian hiu purba mulai dilakukan oleh 10 ilmuwan ternama dari seluruh belahan dunia, mereka mulai menelusuri lautan demi lautan untuk mencari keberadaan Megalodon. Saat berhasil semuanya kompak menjelajahi lautan samudera, ilmuwan asal Amerika berhasil mendeteksi makhluk misterius yang coba mengganggu sinyal kapal selamnya. Tanpa menunggu lama, pihak Amerika menugaskan tentara laut Amerika Serikat untuk membantu sekaligus meninjau monster apa yang menganggu penyelidikan sang ilmuwan.
Sesaat tentara Amerika turun ke lautan, makhluk besar itu sudah menghilang dan hanya meninggalkan jejak sirip sedalam 2 meter lebih. Mereka pun mulai menurunkan egonya masing-masing dengan kerja sama untuk mencari keberadaan yang nyata dan valid tentang Megalodon, para ilmuwan melakukan hal itu bukan demi keuntungan pribadi, tetapi untuk menjaga keselamatan penduduk jika makhluk raksasa itu benar-benar hidup.

